Otrovert
Ya — ternyata istilah otrovert memang muncul dalam artikel-bahasa Inggris dan bukan hanya salah ketik. Berikut rangkuman pengertiannya, plus catatan pentingnya kalau kamu mempertimbangkan istilah ini.
🔍 Pengertian
Istilah otrovert diperkenalkan oleh Rami Kaminski, seorang psikiater yang mendirikan Otherness Institute. Kata tersebut berasal dari “otro” (bahasa Spanyol untuk “lain”/“yang lain”) dan “-vert” (dari Latin vertere yang artinya “membalik/menoleh”). Menurut definisinya:
Seorang otrovert “embodies the personality trait of ‘otherness’ … remaining an eternal outsider …”
Artinya secara singkat: otrovert adalah tipe kepribadian yang tidak merasa benar‐benar ‘bagian dari’ kelompok sosial pada tingkat emosional atau identitas kolektif, walaupun bisa tampak sangat sosial atau “normal” dari luar.
✅ Ciri‐ciri utama
Beberapa karakteristik yang sering disebutkan untuk orang yang mungkin “otrovert”:
Mereka bisa sangat empatik dan bersahabat, mampu menjalin hubungan individu ke individu yang mendalam.
Namun mereka tidak merasa bahwa mereka “termasuk” atau “berafiliasi” dengan kelompok besar, komunitas, identitas sosial, ideologi, atau “herd mentality”.
Mereka lebih nyaman dalam setting satu-satu atau dengan sedikit orang daripada di kerumunan besar atau dalam kelompok yang menuntut konsensus.
Mereka punya pemikiran yang lebih independen, tidak mudah terbawa opini mayoritas, dan kadang-kadang menghasilkan ide yang “berbeda”.
Mereka mungkin merasa “lain” atau “terasing” dari norma sosial, tapi bukan karena gangguan psikologis; lebih karena orientasi relasi sosial yang berbeda.
⚠️ Catatan penting
Istilah ini relatif baru, belum masuk ke banyak buku psikologi standar atau diagnostik resmi.
Tidak semua orang yang merasa “tidak cocok dengan kelompok” otomatis adalah otrovert — bisa juga karena faktor lain (kepribadian introvert, kondisi sosial, pengalaman trauma, preferensi individu, dll).
Karena belum sangat baku, istilah ini sebaiknya dipakai sebagai alat refleksi dan pemahaman diri, bukan label yang pasti atau men-diagnosa.
Jika kamu mau, saya bisa cari bahasa Indonesia untuk “otrovert” atau padanan yang cocok di konteks kita — mau saya cari?