Kritik dan Kelemahan
1. Dominasi Pendekatan Normatif
Kelemahan paling mendasar dari buku ini adalah dominasi pendekatan normatif-doktrinal. An-Nabhani banyak menyatakan “seharusnya” tanpa diimbangi analisis empiris yang memadai. Klaim tentang kegagalan hampir seluruh gerakan Islam lain tidak disertai studi perbandingan yang sistematis atau data historis yang mendalam.
Akibatnya, argumen cenderung bersifat generalisasi ideologis, bukan kesimpulan ilmiah berbasis bukti.
2. Reduksi Kompleksitas Sosial dan Politik
Buku ini cenderung menyederhanakan realitas sosial-politik menjadi persoalan benar atau salahnya ideologi. Faktor-faktor seperti struktur ekonomi, relasi kekuasaan global, dinamika etnis, dan perbedaan budaya lokal kurang mendapat perhatian. Pendekatan ini berisiko menghasilkan strategi politik yang kaku dan tidak adaptif terhadap realitas sosial yang beragam.
3. Potensi Eksklusivisme Ideologis
Penekanan pada kemurnian fikrah dan penolakan terhadap kompromi ideologis berpotensi melahirkan sikap eksklusif. Dalam konteks masyarakat plural, pendekatan semacam ini dapat memicu delegitimasi terhadap kelompok lain dan menutup ruang dialog demokratis. Buku ini tidak secara memadai membahas bagaimana perbedaan pendapat, oposisi politik, atau hak minoritas akan diperlakukan.
4. Kekosongan Pembahasan Hak Asasi dan Pembatasan Kekuasaan
Meskipun berbicara panjang lebar tentang pengambilalihan pemerintahan, buku ini nyaris tidak membahas mekanisme pembatasan kekuasaan, akuntabilitas penguasa, atau perlindungan hak individu. Ketiadaan pembahasan ini merupakan kelemahan serius, mengingat sejarah politik menunjukkan bahwa kekuasaan tanpa kontrol berpotensi melahirkan otoritarianisme, terlepas dari ideologi yang diusung.
5. Narasi Konspiratif terhadap “Tsaqafah Asing”
An-Nabhani sering menggambarkan ideologi non-Islam sebagai “racun” atau hasil rekayasa penjajah. Narasi ini, meskipun efektif secara retoris, berpotensi menutup ruang evaluasi kritis internal dan mengalihkan kegagalan struktural ke faktor eksternal semata.
Daftar Pustaka (Format APA 7th Edition)
An-Nabhani, T. (2001). Pembentukan partai politik Islam (Z. Labib, dkk., Penerj.). Hizbut Tahrir Indonesia.
Esposito, J. L. (2004). Islam and politics (4th ed.). Syracuse University Press.
Roy, O. (1994). The failure of political Islam. Harvard University Press.
Stepan, A. (2011). The multiple secularisms of modern democratic and non-democratic regimes. Columbia University Press.