
Pertanyaan ini sangat dalam 👍 Kalau bicara skenario Hizbut Tahrir (HT) bubar, kita harus pahami dulu bahwa HT bertahan lama justru karena ideologinya lebih kuat daripada organisasinya. Jadi, agar benar-benar bubar, bukan hanya organisasinya yang dihentikan, tapi juga daya tarik ideologinya yang dilemahkan.
Berikut beberapa skenario bubarnya HT:
🔹 1. Pecah Internal (Fragmentasi Ideologi)
Jika ada perbedaan tajam dalam menafsirkan manhaj dan fikrah, bisa muncul faksi-faksi.
Misalnya, sebagian ingin tetap ideologis, sebagian ingin praktis (ikut politik lokal).
Jika konflik internal ini besar, organisasi bisa pecah → kader tercerai-berai.
🔹 2. Generasi Muda Kehilangan Daya Tarik
HT paling kuat di kalangan mahasiswa/pemuda.
Kalau generasi baru lebih tertarik dengan Islam moderat, gerakan sosial, atau bahkan isu global (iklim, teknologi, HAM), narasi HT jadi usang.
Lama-lama mereka kekurangan kader → organisasi melemah → bubar perlahan.
🔹 3. Tekanan Negara yang Konsisten
Banyak negara sudah melarang HT, tapi HT tetap hidup di bawah tanah.
Jika negara bukan hanya melarang, tapi juga menyediakan alternatif ideologis (pendidikan Islam moderat, ruang dakwah sehat), HT bisa kehilangan lahan rekrutmen.
Lama-lama mereka jadi kecil, tidak relevan, lalu mati secara alami.
🔹 4. Krisis Legitimasi Pemikiran
Jika muncul banyak kritik intelektual dari ulama & akademisi yang membongkar kelemahan pemikiran HT (misalnya tafsir khilafah yang ahistoris, atau metode perjuangan yang tak realistis), kader yang kritis bisa meninggalkan organisasi.
Kalau jumlahnya signifikan, bisa jadi efek domino → hilangnya basis keyakinan.
🔹 5. Perubahan Konteks Dunia
Ide Khilafah muncul sebagai respon terhadap kolonialisme & kekecewaan pada negara nasional.
Jika dunia Islam berhasil membangun sistem politik & ekonomi yang lebih adil (misalnya lewat kerjasama internasional, OIC yang kuat, atau model demokrasi yang islami), maka ide “khilafah global” akan dianggap tidak relevan.
HT kehilangan alasan eksistensial → bubar secara ideologis.
🔹 6. Eksodus Anggota Kunci
Jika banyak kader senior keluar secara bersamaan (apalagi dengan alasan ideologis, bukan sekadar tekanan), mereka bisa membawa pengikut.
Apalagi jika mereka membangun alternatif gerakan baru yang lebih rasional dan diterima masyarakat.
HT bisa kolaps karena kehilangan “otak” dan “jiwa” penggerak.
🔹 Kesimpulan
HT bisa bubar lewat kombinasi:
-
Fragmentasi internal.
-
Hilangnya daya tarik pada generasi muda.
-
Tekanan negara yang disertai alternatif sehat.
-
Dekonstruksi ideologi oleh ulama & intelektual.
-
Perubahan sosial global yang membuat ide Khilafah usang.
-
Eksodus besar-besaran kader senior.
👉 Jadi, bubarnya HT bukan sekadar karena dibubarkan secara hukum, tapi karena akar ideologinya kehilangan relevansi & daya ikat pada umat.
Mau aku buatkan peta jalan (roadmap) kronologis bagaimana kemungkinan HT bubar dalam 10–20 tahun ke depan?