Kemungkinan Hizbut Tahrir Melemah di Zaman Sekarang


gambar hizbut Tahrir

Oke, mari kita buat peta kemungkinan masa depan Hizbut Tahrir (HT) di tangan generasi muda. Kita bisa bayangkan 3 skenario:


🗺️ Peta Kemungkinan HT & Generasi Muda

1. Kemungkinan HT Melemah (paling besar)

Alasan:

Generasi muda lebih sibuk dengan karier, teknologi, bisnis, dan gaya hidup.

HT dianggap tidak memberi solusi nyata untuk masalah sehari-hari.

Narasi Islam moderat lebih kuat di media sosial.

Tanda-tanda:

Halaqah sulit merekrut anggota baru.

Anggotanya makin menua, regenerasi macet.

Dampak:

HT jadi kelompok kecil bawah tanah, tidak punya pengaruh besar.


2. Kemungkinan HT Stagnan (tetap ada tapi tidak berkembang)

Alasan:

Ada sebagian kecil anak muda yang masih mencari “identitas eksklusif” lewat ide khilafah.

HT bisa bertahan lewat komunitas online atau halaqah terbatas.

Tanda-tanda:

Perekrutan ada, tapi lambat.

HT bertahan di kalangan tertentu (misalnya mahasiswa ideologis atau yang kecewa pada sistem).

Dampak:

HT tidak mati, tapi juga tidak menjadi kekuatan besar.


3. Kemungkinan HT Bangkit Kembali (risiko jangka panjang)

Alasan:

Jika terjadi krisis besar: ekonomi hancur, korupsi merajalela, konflik politik, atau perang.

Dalam situasi kacau, narasi “khilafah = solusi” bisa kembali menggoda generasi muda.

Tanda-tanda:

Aktivitas HT di media sosial tiba-tiba populer lagi.

Anak muda kecewa berat pada negara, lalu mencari ideologi alternatif.

Dampak:

HT bisa hidup kembali sebagai simbol perlawanan politik.


🔮 Kesimpulan

Skenario paling mungkin: HT makin melemah karena tidak relevan dengan pola pikir generasi muda.

Skenario yang perlu diwaspadai: Kalau keadaan negara memburuk, HT bisa jadi “pelarian ideologis” bagi anak muda yang frustrasi.


Mau saya buatkan juga semacam strategi bagaimana mencegah HT menarik generasi muda lagi (dari sisi psikologi & sosial)?